Halo, pembaca! Kalau kamu melewatkan duel seru antara Prancis dan Norwegia di Piala Dunia 2026, tenang saja. Laga ini menyajikan penampilan luar biasa dari Ousmane Dembélé yang sukses mencetak tiga gol dalam waktu singkat dan membawa Les Bleus meraih kemenangan telak. Pertandingan ini juga semakin menegaskan status Prancis sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia.
Dembélé Jadi Mimpi Buruk Pertahanan Norwegia
Pertandingan Grup I langsung berjalan panas sejak menit-menit awal. Ousmane Dembélé tampil begitu tajam dengan memanfaatkan umpan matang dari Kylian Mbappé untuk membuka keunggulan Prancis.
Tak butuh waktu lama, winger milik Paris Saint-Germain itu kembali memperlihatkan kualitasnya. Lewat pergerakan cepat, kontrol bola yang tenang, serta penyelesaian akhir yang klinis, Dembélé mencetak gol kedua sebelum akhirnya melengkapi hattrick Piala Dunia 2026 hanya dalam 32 menit pertama pertandingan.
Catatan tersebut membuatnya masuk dalam daftar pemain dengan hattrick tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia sekaligus menjadi pemain Prancis pertama yang mencetak hattrick di babak pertama dalam ajang ini sejak puluhan tahun lalu.
Baca juga: Duel Haaland vs Mbappe! Laga Prancis Kontra Norwegia Jadi Penentu Siapa Predator Sesungguhnya
Gol Balasan Norwegia Belum Cukup
Norwegia sempat memberikan respons positif. Thelo Aasgaard memperkecil ketertinggalan melalui tendangan keras yang gagal dihentikan Mike Maignan.
Gol tersebut sempat membangkitkan semangat skuad Norwegia. Namun sepanjang pertandingan mereka kesulitan membendung dominasi lini tengah dan kecepatan serangan balik Prancis.
Di babak kedua, Norwegia bahkan memperoleh peluang emas melalui titik penalti. Sayangnya kesempatan itu gagal dimaksimalkan sehingga momentum untuk mengejar ketertinggalan kembali menghilang.
Serangan Prancis Sulit Dihentikan
Selain Dembélé, Kylian Mbappé, Michael Olise, Bradley Barcola, dan Désiré Doué terus menghadirkan ancaman dari berbagai sisi lapangan. Mobilitas para pemain depan membuat pertahanan Norwegia kewalahan sepanjang laga.
Gol penutup akhirnya hadir pada masa injury time melalui Désiré Doué, yang memanfaatkan umpan matang dari Barcola untuk memastikan kemenangan Prancis vs Norwegia berakhir dengan skor 4-1.
Meski tidak mencetak gol, Mbappé tetap berkontribusi besar melalui assist, pergerakan tanpa bola, serta kemampuannya membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Rotasi Pemain Norwegia Jadi Sorotan
Salah satu pembahasan menarik setelah pertandingan adalah keputusan Norwegia melakukan rotasi terhadap sejumlah pemain utama, termasuk Erling Haaland dan Martin Ødegaard yang tidak menjadi starter.
Keputusan tersebut memang bertujuan menjaga kebugaran pemain karena Norwegia telah memastikan tiket ke fase gugur. Namun absennya sejumlah pilar membuat keseimbangan permainan mereka menurun ketika menghadapi kualitas skuad Prancis yang tampil dengan kekuatan terbaik.
Baca juga: Erling Haaland Dicadangkan Saat Hadapi Prancis, Ini Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan Norwegia
Dembélé Masuk Persaingan Sepatu Emas
Tambahan tiga gol membuat Ousmane Dembélé melonjak dalam persaingan top skor Piala Dunia 2026. Penampilan impresifnya semakin memperbesar peluang bersaing dengan nama-nama besar seperti Lionel Messi dan Kylian Mbappé dalam perebutan penghargaan Golden Boot.
Ketajaman Dembélé juga menjadi bukti bahwa lini depan Prancis tidak hanya bergantung kepada Mbappé. Ketika perhatian lawan terfokus kepada sang kapten, Dembélé mampu memanfaatkan ruang dengan sangat efektif.
Penghormatan Emosional untuk Didier Deschamps
Laga ini juga diwarnai suasana emosional di kubu Prancis. Pelatih Didier Deschamps tidak mendampingi tim akibat sedang berduka atas wafatnya sang ibu.
Posisinya di pinggir lapangan digantikan oleh Guy Stéphan, yang tetap mampu menjaga performa tim hingga tampil dominan sepanjang pertandingan.
Seusai laga, beberapa pemain memberikan penghormatan kepada Deschamps atas kemenangan penting tersebut sebagai bentuk dukungan di tengah masa sulit yang sedang dihadapinya.
“Penampilan Dembélé menunjukkan kualitas kelas dunia. Ketika mendapat ruang sedikit saja, ia mampu mengubah jalannya pertandingan.”