Pertandingan antara Norwegia vs Prancis di fase grup Piala Dunia FIFA 2026 seharusnya menjadi panggung duel dua striker terbaik dunia, yakni Erling Haaland dan Kylian Mbappé. Namun, jelang laga dimulai, publik justru dibuat terkejut karena nama Haaland tidak masuk dalam susunan pemain inti.
Keputusan tersebut langsung memunculkan berbagai pertanyaan dari para penggemar. Apakah bomber andalan Manchester City itu mengalami cedera? Atau ada alasan taktik yang lebih besar di balik keputusan pelatih?
Erling Haaland Tidak Cedera, Hanya Diistirahatkan
Kabar baik bagi pendukung Norwegia, Erling Haaland tidak mengalami cedera. Sang penyerang hanya mendapat waktu istirahat sebagai bagian dari strategi pelatih Ståle Solbakken menghadapi fase gugur.
Jelang babak 32 besar menjadi alasan utama rotasi besar-besaran yang dilakukan tim nasional Norwegia. Dengan tiket lolos yang sudah diamankan usai meraih dua kemenangan di laga sebelumnya, staf pelatih memilih mengurangi risiko cedera terhadap pemain-pemain utama.
Haaland pun memulai pertandingan dari bangku cadangan bersama sejumlah pemain inti lainnya.
Norwegia Lakukan Rotasi Besar
Keputusan Solbakken bukan hanya mencadangkan Haaland. Secara keseluruhan, Norwegia melakukan perubahan besar dalam susunan pemain.
Beberapa nama penting seperti Martin Ødegaard, Alexander Sørloth, hingga penjaga gawang utama Ørjan Nyland juga tidak dimainkan sejak menit pertama.
Sebagai gantinya, beberapa pemain pelapis memperoleh kesempatan tampil sejak awal, termasuk:
- Egil Selvik
- Jörgen Strand Larsen
- Oscar Bobb
- Leo Østigård
- David Møller Wolfe Bjørkan
- Kristian Thorstvedt
Rotasi skuad Norwegia ini menunjukkan bahwa fokus utama mereka bukan sekadar mengejar posisi juara grup, melainkan memastikan seluruh pemain inti tetap bugar menghadapi pertandingan yang lebih menentukan.
Strategi Simpan Tenaga untuk Babak Gugur
Langkah tersebut cukup masuk akal mengingat baik Norwegia maupun Prancis sama-sama sudah memastikan tempat di fase knockout.
Daripada memaksakan seluruh pemain terbaik tampil penuh dalam pertandingan yang berpotensi menguras tenaga, staf pelatih memilih menjaga kondisi fisik skuad.
Strategi ini juga mengurangi kemungkinan cedera pemain penting, terutama Haaland yang menjadi ujung tombak sekaligus mesin gol Norwegia.
Persiapan menuju babak knockout menjadi prioritas dibanding memaksakan kemenangan demi finis sebagai juara grup.
Peluang Haaland Raih Sepatu Emas Sedikit Terhambat
Di sisi lain, keputusan memulai laga dari bangku cadangan sedikit memengaruhi peluang Haaland dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak turnamen.
Sebelum pertandingan melawan Prancis, striker berusia 25 tahun tersebut telah mengoleksi empat gol dari dua pertandingan.
Jumlah itu membuatnya bersaing ketat dengan Kylian Mbappé, sementara Lionel Messi berada sedikit di depan dalam daftar sementara pencetak gol terbanyak.
Persaingan Golden Boot Piala Dunia 2026 tentu menjadi lebih sulit jika menit bermain Haaland berkurang, meski peluangnya masih terbuka apabila ia dimainkan sebagai pemain pengganti.
Prancis Tetap Turunkan Kylian Mbappé
Berbeda dengan Norwegia, Prancis tetap memberikan kepercayaan kepada Kylian Mbappé untuk tampil sejak menit pertama.
Tim berjuluk Les Bleus masih mengandalkan sejumlah pemain inti seperti:
- Mike Maignan
- Jules Koundé
- Aurélien Tchouaméni
- Ousmane Dembélé
- Michael Olise
- Kylian Mbappé
Kehadiran Mbappé membuat pertandingan tetap menarik, meski duel langsung dengan Haaland sejak menit awal harus tertunda.
Haaland Masih Bisa Masuk Sebagai Pemain Pengganti
Meski tidak menjadi starter, peluang Haaland tampil tetap terbuka. Kehadirannya di bangku cadangan memberi fleksibilitas bagi Solbakken apabila situasi pertandingan membutuhkan tambahan daya gedor.
Artinya, para penggemar masih berpeluang menyaksikan duel antara Haaland dan Mbappé apabila sang striker dimasukkan pada babak kedua.
Keputusan ini memperlihatkan bahwa Norwegia lebih memikirkan target jangka panjang dibanding mengejar kemenangan pada laga fase grup semata. Dengan kondisi pemain inti yang lebih segar, peluang mereka melangkah jauh di Piala Dunia FIFA 2026 pun diharapkan semakin besar.