Siapa sih yang nggak kenal Zinedine Zidane? Pria kelahiran Marseille, 23 Juni 1972 ini bukan sekadar mantan pemain bola. Buat pecinta si kulit bundar, nama Zizou udah kayak trademark-nya sepak bola paling elegan yang pernah ada. Dari lapangan La Castellane yang kumuh sampai jadi ikon dunia, perjalanan hidupnya tuh bener-bener kayak skenario film yang bikin merinding.

Bokapnya, Smail, dan nyokapnya, Malika, adalah imigran Aljazair yang pindah ke Prancis. Zidane kecil tumbuh di lingkungan yang keras, tapi justru di sanalah bakat emasnya mulai keliatan. Sejak usia 5 tahun, dia udah nendang-nendang bola di Place Tartane, dan pada usia 10 tahun, dia bergabung dengan US Saint-Henri, klub lokal tempat bakatnya mulai terasah. Karier profesionalnya dimulai di AS Cannes, lalu bersinar di Bordeaux, yang akhirnya membawanya pindah ke Italia, bergabung dengan Juventus pada 1996.
Perjalanan Karier Zizou yang Legendaris
Zidane sebagai Pemain
Di Juventus, Zidane bukan cuma jadi pemain, dia jadi arsitek permainan. Selama lima musim berseragam hitam-putih, dia meraih dua gelar Serie A, Supercoppa Italiana, dan dua kali membawa Si Nyonya Tua ke final Liga Champions. Total dia tampil 212 kali dan nyumbang 31 gol. Tapi puncak ketenarannya tiba saat dia hijrah ke Real Madrid pada 2001. Presiden Madrid waktu itu, Florentino Perez, mengeluarkan uang rekor €77,5 juta buat memboyongnya.
Di Real Madrid, Zidane menjelma jadi ikon era Galácticos, bersama bintang-bintang macam Figo dan Ronaldo. Momen paling melegenda? Jelas gol voli kaki kirinya ke gawang Bayer Leverkusen di final Liga Champions 2002. Gol itu nggak cuma bikin Madrid juara, tapi juga dianggap sebagai salah satu gol terindah sepanjang masa.
Bersama Timnas Prancis alias Les Bleus, Zidane juga punya cerita heroik. Di Piala Dunia 1998, dia nyungging dua gol ke gawang Brasil di final, membawa Prancis juara dunia pertama kalinya. Kemudian di Euro 2000, dia juga memimpin Prancis jadi juara Eropa. Prestasi ini bikin dia diganjar Ballon d’Or 1998, menjadikannya pemain Muslim pertama yang meraih penghargaan individu tertinggi di dunia sepak bola.

Namun, karier gemilangnya di timnas harus berakhir dengan kontroversi. Di final Piala Dunia 2006 melawan Italia, Zidane mengeluarkan aksi “headbutt” ke dada Marco Materazzi yang membuatnya diganjar kartu merah. Momen itu jadi salah satu momen paling ikonik dan kontroversial dalam sejarah sepak bola. Meski Prancis akhirnya kalah di adu penalti, warisan Zidane sebagai maestro tetap tak tergoyahkan.
Baca juga: Real Madrid: Klub Sepak Bola Terbesar Dunia dengan Sejarah dan Prestasi
Zidane sebagai Pelatih
Setelah gantung sepatu, Zidane beralih ke dunia kepelatihan. Karier ini dimulai dari kursi pelatih Real Madrid Castilla, tim junior Los Blancos. Pada 2016, dia dipercaya menangani tim utama, dan apa yang terjadi setelahnya adalah sejarah. Zidane menjadi pelatih pertama yang sukses meraih tiga gelar Liga Champions secara berturut-turut (2016, 2017, 2018). Prestasi ini, ditambah dua gelar La Liga, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pelatih paling sukses di era modern.
Zidane juga punya rekor unik: rata-rata dia meraih satu trofi setiap 19 pertandingan selama melatih Real Madrid. Gelar Copa del Rey jadi satu-satunya mahkota yang belum pernah dia sentuh, baik sebagai pemain maupun pelatih. Dia sempat mengundurkan diri pada 2018, lalu kembali lagi pada 2019 hingga 2021.
Kabar Terbaru 2026: Kembali ke Pelukan Les Bleus
Di tahun 2026 ini, dunia sepak bola dikejutkan dengan kabar besar. Zinedine Zidane resmi diumumkan sebagai pelatih anyar Timnas Prancis, menggantikan Didier Deschamps. Federasi Sepak Bola Prancis mengontrak Zidane selama empat tahun, hingga musim panas 2030. Keputusan ini udah lama dinanti banyak pihak, dan sekarang resmi jadi kenyataan. Zidane diberi misi besar membawa Les Bleus meraih hasil maksimal di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Ini adalah babak baru dalam karier kepelatihannya yang akan sangat menarik untuk disimak.
Kehidupan Pribadi dan Keluarga

Di balik gemerlap kariernya, Zidane adalah sosok keluarga yang setia. Dia menikah dengan Veronique Fernandez pada 1994, dan pasangan ini dikaruniai empat anak laki-laki: Enzo, Luca, Theo, dan Elyaz. Semua anak-anaknya mengikuti jejak sang ayah sebagai pesepak bola, meskipun karier mereka belum seterang sang legenda.
Zidane adalah Muslim yang taat. Dia berasal dari keluarga imigran Aljazair, dan keyakinannya selalu menjadi bagian penting dari hidupnya. Bahkan, di sela-sela kesibukannya sebagai pemain, dia pernah meluangkan waktu untuk menunaikan ibadah haji pada 2004. Keislamannya ini sempat menjadi sorotan karena Zidane dianggap telah mengubah pandangan dunia tentang Islam. Seorang ulama asal Indonesia, Gus Baha, bahkan pernah menyebut bahwa prestasi Zidane di sepak bola telah mengubah persepsi negatif masyarakat Prancis terhadap Islam.
Baca juga: Xabi Alonso: Maestro Taktik yang Mengguncang Eropa dari Leverkusen ke Chelsea
Bisnis dan Kekayaan
Zidane nggak cuma jago di lapangan, dia juga punya otak bisnis yang cerdas. Total kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar $120 juta. Dia memiliki Z5 Sport, sebuah jaringan kompleks olahraga lima sisi yang tersebar di Eropa. Selain itu, dia juga investor di klub Ligue 2, Rodez Aveyron Football. Di luar itu, Zidane juga menjadi brand ambassador seumur hidup untuk Adidas, dan pernah menjadi wajah eksklusif untuk Christian Dior.
Fakta Unik dan Warisan
Zidane adalah salah satu dari delapan pemain di dunia yang pernah memenangkan Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d’Or. Dia juga dianggap sebagai orang Prancis paling populer sepanjang sejarah dalam sebuah polling pada 2004, mengalahkan semua tokoh di berbagai bidang. Popularitasnya melampaui statusnya sebagai atlet; dia adalah simbol imigran yang sukses dan menjadi kebanggaan Prancis.
Kesimpulan

Profil Zinedine Zidane bukan sekadar legenda. Dia adalah simbol keanggunan, kecerdasan, dan inspirasi. Perjalanan hidupnya dari anak imigran di Marseille sampai menjadi salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa adalah bukti bahwa bakat, kerja keras, dan keyakinan bisa membawa seseorang ke puncak dunia. Sekarang, dengan kembali ke timnas Prancis sebagai pelatih, kisah Zizou di dunia sepak bola masih terus berlanjut. Kita semua nggak sabar menantikan aksi berikutnya dari maestro satu ini.
Baca juga: Profil Lengkap Álvaro Arbeloa, Sosok Pengganti Xabi Alonso di Madrid
Pertanyaan Seputar Zinedine Zidane (FAQ)
Siapa Zinedine Zidane?
Zinedine Zidane adalah mantan pemain dan pelatih sepak bola asal Prancis. Lahir di Marseille, 23 Juni 1972, dia dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa.
Apa prestasi Zinedine Zidane sebagai pemain?
Sebagai pemain, dia meraih Piala Dunia 1998, Euro 2000, dan Liga Champions 2002 bersama Real Madrid. Secara individu, dia memenangkan Ballon d’Or 1998.
Apa prestasi Zinedine Zidane sebagai pelatih?
Dia membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions beruntun (2016-2018) dan dua gelar La Liga.
Apa agama Zinedine Zidane?
Zinedine Zidane beragama Islam. Dia adalah pemain Muslim pertama yang meraih Ballon d’Or.
Kenapa Zidane menanduk Materazzi?
Insiden itu terjadi di final Piala Dunia 2006. Zidane menanduk Materazzi setelah mendengar ucapan yang menghina keluarganya.
Zinedine Zidane melatih tim apa sekarang?
Mulai Juli 2026, Zidane resmi menjadi pelatih Timnas Prancis setelah menggantikan Didier Deschamps.
Berapa anak Zinedine Zidane?
Zidane memiliki empat anak laki-laki: Enzo, Luca, Theo, dan Elyaz Zidane.
Berapa usia Zinedine Zidane sekarang?
Zinedine Zidane lahir pada 23 Juni 1972, sehingga saat ini (2026) berusia 54 tahun.