Halo, Sobat Bolagaruda.com! Babak 16 besar Piala Dunia 2026 benar-benar menghadirkan drama. Belgia tampil perkasa usai menghajar Amerika Serikat dengan skor telak 4-1 di Lumen Field, Seattle. Kekalahan ini bukan cuma bikin publik AS kecewa, tapi juga memancing gelombang komentar pedas di media sosial, terutama yang mengaitkannya dengan Donald Trump.
Laga berjalan berat sebelah setelah Charles De Ketelaere tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dan satu assist untuk Hans Vanaken. Satu gol Belgia lainnya disumbangkan Romelu Lukaku, sementara AS hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat Malik Tillman. Hasil tersebut memastikan Belgia vs Spanyol menjadi duel seru di babak perempat final.
Baca juga: Zlatan: Olise Lebih Gila, Tapi Messi Tetap Tak Tersentuh
Usai pertandingan, topik reaksi netizen Amerika, Trump FIFA, hingga AS vs Belgia Piala Dunia 2026 langsung menjadi perbincangan hangat di platform X. Banyak warganet menyoroti keputusan sebelumnya yang membuat Folarin Balogun tetap bisa tampil setelah polemik kartu merahnya.
Salah satu komentar yang ramai dibagikan berbunyi, “Sekarang jutaan penggemar sepak bola melihat AS sebagai negara yang mencoba memengaruhi FIFA secara politik, dan mereka tetap kalah.” Komentar lain juga menyayangkan kontroversi tersebut dengan mengatakan, “Timnas AS sebenarnya tampil luar biasa di turnamen ini, tetapi citra mereka ikut tercoreng.”
Di sisi lain, tidak sedikit penggemar yang memilih sadar diri. Mereka mengakui kualitas Belgia memang jauh lebih matang. Seorang pengguna media sosial menulis, “Selamat untuk Belgia. Mereka benar-benar mendominasi kami. Hari ini kami mempermalukan diri sendiri di panggung terbesar.”
Komentar serupa juga menilai bahwa sepak bola Amerika Serikat masih tertinggal dibanding negara-negara elite. Menurut mereka, infrastruktur akademi sepak bola, pelatihan teknik, hingga pengembangan taktik pemain muda masih membutuhkan banyak pembenahan agar mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Baca juga: Neymar Jadi Taruhan, Misi Ancelotti Berujung Gagal
Kini, Belgia melangkah penuh percaya diri ke perempat final, sedangkan Amerika Serikat harus mengakhiri perjalanan sebagai tuan rumah dengan evaluasi besar. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa kontroversi di luar lapangan tak selalu bisa mengubah hasil ketika pertandingan dimulai.