Pilihan Frenkie de Jong untuk menolak operasi dan menjalani rehabilitasi cedera lutut bikin Barcelona deg-degan. Gelandang timnas Belanda ini diprediksi bakal absen hingga 6 bulan, yang artinya Blaugrana kehilangan motor lini tengah di awal musim 2026/2027.
Setelah membela timnas Belanda di Piala Dunia 2026, De Jong pulang dengan cedera lutut kanan yang cukup serius. Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya robekan pada ligamen kolateral medial (MCL) . Meski tim medis Barcelona merekomendasikan operasi sebagai solusi jangka panjang, pemain berusia 29 tahun itu memilih opsi perawatan konservatif alias rehabilitasi.
Baca juga: Gacor! Manchester United Bantai Rosenborg 5-0 di Laga Uji Coba
“Dokter tim masih mengevaluasi perkembangan cedera ini. Kalau rehabnya berhasil, ya bagus. Tapi kalau gagal, operasi tetap jadi opsi,” tulis media Mundo Deportivo dalam laporannya.
Keputusan ini jelas bikin pelatih Hansi Flick pusing. Pasalnya, jika rehabilitasi yang dijalani De Jong gagal menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam beberapa pekan ke depan, ia bakal tetap menjalani operasi. Akibatnya, ia bisa absen total selama 6 bulan dan baru bisa dimainkan pada Januari 2027.
Kasus ini menarik karena De Jong sempat membantah isu yang menyebutnya lebih mementingkan timnas ketimbang klub. Melalui pernyataan resmi, ia menegaskan bahwa keputusan bermain di Piala Dunia dulu berdasarkan rekomendasi tim medis yang menyatakan cederanya ringan. “Saya selalu memberikan segalanya untuk Barcelona dan timnas,” tegas De Jong.
Dampak buat Barcelona dan Hansi Flick
Absennya De Jong di awal musim jadi kerugian besar mengingat peran vitalnya sebagai pengatur serangan. Hansi Flick harus memutar otak mencari solusi di lini tengah. Beberapa nama seperti Pedri, Gavi, Marc Bernal, dan Fermin Lopez siap diandalkan untuk menambal lubang yang ditinggalkan.
Kondisi ini juga jadi momen emas bagi talenta muda La Masia. Marc Bernal, misalnya, disebut-sebut bakal mendapat porsi bermain lebih besar sebagai gelandang bertahan. Jadi, meskipun kehilangan sang kapten, Barcelona mungkin saja menemukan diamond in the rough dari akademi mereka.