Kontroversi besar terjadi dalam laga antara Real Madrid vs Girona setelah insiden yang melibatkan Kylian Mbappé di menit-menit akhir pertandingan. Momen ini langsung menjadi sorotan karena berpotensi mengubah hasil pertandingan secara signifikan.
Dalam situasi krusial sekitar menit ke-87, Mbappé melakukan penetrasi cepat ke dalam kotak penalti Girona. Namun, saat hendak menyelesaikan peluang, ia menerima kontak berupa siku dari bek lawan, Vitor Reis. Kontak tersebut mengenai area wajah dan menghentikan peluang mencetak gol yang sangat terbuka.
Meski terlihat jelas dalam tayangan ulang, wasit utama Alberola Rojas tidak memberikan penalti. Keputusan ini semakin dipertanyakan karena VAR juga tidak memberikan intervensi untuk meninjau ulang kejadian tersebut.

Analisis dari pengamat wasit menyebut bahwa insiden tersebut seharusnya berujung penalti. Bahkan dalam ulasan lanjutan, disebutkan bahwa kejadian itu merupakan “penalti yang jelas” karena adanya kontak langsung ke wajah pemain.
Kontroversi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk media dan pengamat sepak bola yang menilai keputusan tersebut sebagai kesalahan besar. Selain berdampak pada hasil pertandingan, insiden ini juga berpotensi memengaruhi persaingan gelar di La Liga musim ini.
Dengan teknologi VAR yang seharusnya membantu keputusan lebih akurat, kejadian ini justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah sistem tersebut sudah digunakan secara maksimal atau masih menyisakan celah kontroversi?