Kekalahan telak Liverpool FC dari Manchester City di ajang FA Cup menjadi pukulan keras bagi The Reds. Dalam laga yang berlangsung 4 April 2026 di Etihad Stadium, Liverpool harus menyerah dengan skor mencolok 4-0.
Pertandingan ini awalnya berjalan cukup seimbang. Namun, dalam kurun waktu singkat, lini pertahanan Liverpool runtuh total. Erling Haaland tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick, sekaligus memastikan dominasi penuh Manchester City atas rivalnya tersebut.

Pelatih Arne Slot tak menutupi kekecewaannya usai pertandingan. Ia menilai timnya gagal memanfaatkan peluang dan melakukan kesalahan fatal di lini belakang. Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya mental bertanding yang menjadi faktor utama kekalahan telak ini.
Situasi ini semakin memperburuk performa Liverpool musim ini. Rentetan hasil negatif membuat tekanan terhadap Arne Slot semakin meningkat. Tidak sedikit pendukung yang mulai mempertanyakan strategi dan pendekatan taktik yang diterapkan dalam pertandingan besar.
Di sisi lain, Manchester City justru menunjukkan kualitas sebagai tim elite. Permainan agresif, transisi cepat, serta penyelesaian akhir yang efektif menjadi kunci kemenangan mereka. Hasil ini sekaligus mempertegas perbedaan performa kedua tim dalam laga krusial.
Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi Liverpool. Jika tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin tekanan terhadap pelatih dan skuad akan semakin besar. Pertanyaan pun muncul: apakah ini hanya kekalahan biasa, atau tanda krisis yang lebih dalam?