Laga panas antara Persib Bandung vs Arema FC berakhir tanpa gol, meski Maung Bandung tampil dominan sepanjang pertandingan. Dalam duel yang berlangsung di ajang Liga 1 Indonesia, Persib mencatatkan total 28 tembakan, namun tak satu pun mampu menggetarkan jala lawan.
Sejak awal laga, Persib bandung langsung mengambil inisiatif serangan. Dominasi penguasaan bola dan tekanan tinggi membuat Arema lebih banyak bertahan. Namun, strategi defensif yang diterapkan tim tamu terbukti efektif. Arema memainkan taktik “parkir bus” dengan menumpuk pemain di lini belakang, menutup ruang gerak lini depan Persib.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui timnya mengalami frustrasi menghadapi rapatnya pertahanan lawan. Meski peluang demi peluang tercipta, penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Lini depan Persib terlihat tumpul dan gagal memanfaatkan momentum.
Secara statistik, Persib unggul jauh dalam jumlah peluang dan penguasaan bola. Namun, efektivitas menjadi pembeda. Arema justru berhasil menjalankan strategi bertahan dengan disiplin tinggi, memaksa Persib kesulitan mencetak gol meski terus menekan.
Baca juga: Persib vs Arema 0-0: Gagal Menang di GBLA, Posisi Puncak Terancam Borneo FC
Hasil imbang 0-0 ini tentu berdampak pada posisi Persib di klasemen sementara. Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri menjadi sinyal bahwa masih ada pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal finishing dan kreativitas serangan.
Pertandingan Persib vs Arema kali ini menjadi bukti bahwa dominasi tidak selalu berujung kemenangan. Tanpa penyelesaian yang tajam, sebanyak apa pun peluang tercipta tetap bisa berakhir sia-sia.