Kisah Ole Romeny: Dari Belanda ke Timnas Indonesia, Perjalanan Panjang Sang Penyerang
Ole Romeny: Kisah Penyerang Belanda Berdarah Indonesia yang Kini Membela Garuda
Ada sesuatu yang menarik dari seorang Ole Romeny. Sosok berwajah tenang ini belakangan jadi perbincangan hangat di dunia sepak bola Indonesia. Bukan hanya karena skill-nya yang mumpuni, tapi juga karena kisah perjalanannya yang begitu unik: lahir dan besar di Belanda, tapi kini memilih untuk mengenakan jersey merah-putih dan berjuang untuk Timnas Indonesia.
Profil dan Biodata Lengkap Ole Romeny
- Nama lengkap: Ole Lennard ter Haar Romenij
- Tempat lahir: Nijmegen, Belanda
- Tanggal lahir: 20 Juni 2000 (usia 25 tahun pada 2025)
- Tinggi badan Ole Romeny: ±185 cm
- Posisi bermain: Penyerang tengah (striker) / winger kiri
- Klub Ole Romeny saat ini: Oxford United (EFL Championship, Inggris)
- Nomor punggung: 11
- Keturunan Ole Romeny: Belanda – Indonesia (dari garis keluarga sang ibu yang berasal dari Medan, Sumatra Utara)
- Agen Ole Romeny: Joost Ebergen & Len Sports
- Harga pasar Ole Romeny sekarang: sekitar €1 juta atau Rp16 miliar (menurut Transfermarkt, 2025)
Kalau kamu lihat penampilannya di lapangan, Ole punya aura pemain Eropa tulen: postur tinggi, kontrol bola rapih, dan kecepatan sprint yang solid. Tapi di balik itu, ada semangat “Garuda” yang mulai tumbuh di dalam dirinya.
Perjalanan Karier Ole: Dari Nijmegen ke Oxford United
Ole memulai kariernya di klub kecil bernama DVOL Lent pada tahun 2005. Di sinilah bakat sepak bolanya mulai terlihat. Saat remaja, dia bergabung dengan akademi NEC Nijmegen, klub yang juga melahirkan banyak talenta top Belanda.

Pada 2018, perjalanan karier Ole Romeny benar-benar dimulai ketika ia debut di tim utama NEC di usia 18 tahun. Dalam waktu singkat, ia mencuri perhatian lewat permainan yang cepat dan gaya menyerang yang agresif.
Setelahnya, ia sempat memperkuat FC Emmen dan FC Utrecht—dua klub Eredivisie yang memberi pengalaman besar untuknya.
Tahun 2025 menjadi babak baru: Ole resmi pindah ke Oxford United di Liga Inggris. Di sinilah ia ingin membuktikan diri, bahwa pemain asal Belanda-Indonesia juga bisa bersinar di kompetisi keras seperti EFL Championship.
Memilih Timnas Indonesia: Sebuah Panggilan Hati
Meski lahir dan besar di Belanda, darah Indonesia di tubuh Ole seolah memanggilnya kembali. Neneknya berasal dari Medan, dan itulah yang membuka jalan baginya untuk dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia.

Pada Februari 2025, Ole resmi menjadi WNI dan bergabung dengan Timnas Indonesia. Saat pertama kali mengenakan jersey merah-putih, ia mengaku merasa “seperti pulang ke rumah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.”
Bagi fans, kehadiran Ole jadi simbol kebanggaan. Ia bukan hanya pemain baru di lini depan, tapi juga harapan baru bagi tim Garuda untuk tampil lebih tajam dan percaya diri di pentas internasional.
Gaya Bermain Ole Romeny: Perpaduan Eropa dan Asia
Kalau kamu perhatikan cara bermainnya, Ole Romeny punya gaya yang khas. Ia mengandalkan kecepatan, positioning, dan ketenangan saat menyelesaikan peluang.
Dengan tinggi badan 185 cm, duel udara bukan masalah baginya. Tapi yang paling menarik, dia bukan tipe striker egois. Ole kerap turun menjemput bola dan ikut membangun serangan dari lini tengah.
Di Belanda, gaya main seperti ini disebut “false nine”, posisi yang memadukan kreativitas dan naluri mencetak gol. Tak heran jika pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menaruh harapan besar padanya.
Baca juga: Profil Lengkap Jay Idzes: Bek Tangguh Timnas Indonesia yang Bermain di Serie A
Harga Pasar Ole Romeny dan Kiprah di Klub
Saat ini harga pasar Ole Romeny diperkirakan sekitar €1 juta. Angka itu bukan hanya mencerminkan kualitasnya, tapi juga potensi besar yang bisa terus berkembang.
Ia berada di usia emas seorang striker — 25 tahun — di mana kecepatan, teknik, dan kedewasaan bermain mulai berpadu sempurna.

Di Oxford United, Ole mendapat tantangan baru. Liga Inggris terkenal dengan tempo cepat dan duel fisik yang intens, tapi justru di situlah ia ingin mengasah kemampuan dan menambah jam terbang.
Kehidupan Pribadi: Tenang, Profesional, dan Rendah Hati
Walau kini mulai dikenal luas di Indonesia, Ole tetap tampil sederhana. Ia tidak banyak tampil di media sosial, dan lebih fokus pada latihan serta pertandingan.
Soal pasangan Ole Romeny? Sampai saat ini belum ada informasi resmi. Ia dikenal menjaga privasi dan lebih memilih fokus pada karier.
Beberapa kali dalam wawancara, Ole menyebut bahwa ia sangat menikmati hidup di Indonesia — dari makanan, cuaca, hingga keramahan orang-orangnya. Ia bahkan sempat bercanda bahwa nasi goreng adalah makanan favorit barunya setelah pindah kewarganegaraan.
Identitas dan Misi: Dari Belanda untuk Garuda
Bagi Ole, keputusan untuk membela Timnas Indonesia bukan sekadar langkah karier. Ia menyebutnya sebagai “misi pribadi untuk memberi makna pada darah yang mengalir di tubuhnya.”
Dengan pengalaman bermain di Eropa, Ole membawa standar baru dalam hal profesionalitas dan disiplin. Itu yang diharapkan bisa menular ke rekan-rekan setimnya di Garuda Muda.
Dan buat para fans, Ole bukan hanya pemain import — dia bagian dari generasi baru sepak bola Indonesia yang mulai menembus batas.
Harapan ke Depan
Masih panjang perjalanan Ole Romeny. Di usianya yang muda, peluang untuk berkembang masih terbuka lebar. Apalagi, ia kini punya dua hal yang luar biasa: pengalaman di Eropa dan dukungan penuh dari 270 juta pendukung Garuda.
Jika performanya terus meningkat di Oxford United dan ia bisa menjaga konsistensi di timnas, bukan tak mungkin Ole akan menjadi ikon baru sepak bola Indonesia di masa depan — sosok yang bukan hanya mewakili skill, tapi juga semangat lintas budaya.
Penutup: Dari Lapangan Eropa ke Hati Pendukung Garuda
Kisah Ole Romeny adalah contoh bahwa sepak bola lebih dari sekadar olahraga. Ini tentang asal-usul, pilihan, dan rasa memiliki.
Dari Nijmegen hingga Jakarta, dari akademi kecil hingga panggung internasional — Ole menulis babak baru dalam sejarah Timnas Indonesia.
Dan siapa tahu, suatu hari nanti, gol kemenangannya di laga besar akan jadi cerita yang dikenang sebagai bukti bahwa mimpi seorang anak Belanda berdarah Indonesia bisa membuat jutaan orang tersenyum bangga.