Halo, Sobat bola! Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kisah yang bikin merinding. Kali ini giliran Cape Verde yang jadi sorotan berkat perjalanan luar biasa mereka. Salah satu pemainnya, Sidny Lopes Cabral, mengaku antusias menghadapi Lionel Messi, tetapi memilih tetap fokus pada permainannya sendiri.
Bagi Sidny, menghadapi Argentina vs Cape Verde adalah kesempatan langka yang tidak boleh disia-siakan. Namun, ia menegaskan bahwa terlalu terpaku pada sosok Messi justru bisa menjadi bumerang.
“Kalau kamu terus berpikir, ‘itu Messi’, kamu bisa kehilangan fokus dan permainanmu sendiri.”
Ucapan tersebut menggambarkan mentalitas Sidny Lopes Cabral yang ingin menikmati pertandingan tanpa terbebani nama besar lawan. Meski mengakui Messi adalah salah satu pemain terbaik sepanjang masa, ia percaya pertandingan tetap dimenangkan oleh kerja sama tim.
Perjalanan Cape Verde di Piala Dunia 2026 sendiri sudah menjadi cerita inspiratif. Negara kepulauan kecil itu berhasil menembus fase gugur setelah melewati grup berat. Banyak yang tidak menyangka mereka mampu bertahan menghadapi lawan-lawan kuat dan menunjukkan organisasi permainan yang solid.
Di balik kesuksesannya, Sidny juga memiliki kisah hidup yang penuh perjuangan. Karier Sidny Lopes Cabral tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah bermain di kasta bawah sepak bola Jerman dengan penghasilan terbatas, menghadapi kesepian, hingga mengalami diskriminasi rasial. Semua pengalaman tersebut justru membentuk mentalnya menjadi lebih tangguh.
Kini, bek kiri yang juga pernah berkembang bersama Benfica itu merasa setiap langkah yang ia tempuh membuktikan bahwa mimpi bisa diraih dengan kerja keras.
Selain itu, suasana di ruang ganti Timnas Cape Verde disebut sangat positif. Para pemain saling mendukung tanpa memandang status atau pengalaman. Kebersamaan inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar mereka sepanjang turnamen.
Meski berstatus underdog saat menghadapi Lionel Messi, Lionel Scaloni, Julián Álvarez, dan deretan bintang Timnas Argentina, Cape Verde tetap percaya diri. Mereka datang bukan sekadar menjadi pelengkap, melainkan ingin membuktikan bahwa kejutan selalu mungkin terjadi di sepak bola.
Sidny pun menutup kisahnya dengan keyakinan sederhana bahwa tidak ada yang mustahil selama sebuah tim terus percaya pada proses. Baginya, perjalanan Cape Verde sudah menjadi kemenangan tersendiri, tetapi mereka tentu belum ingin berhenti sampai di sana.